_air terjun Malaris dan Balainya_
Air terjun Malaris adalah air terjun kedua yg saya nikmati, terletak kurang lebih 2km dari pusat Loksado, lebih dekat daripada air terjun Haratai dan aksesnya jg lebih mudah..
Air terjun Malaris bisa dijangkau dg kendaran bermotor jg, dan medannya tidak seberat ke air terjun Haratai. jembatan diatas adalah jembatan menuju air terjun Malaris yg hanya beberapa meter saja dari lokasi. motor tidak dperbolehkn melewati karena memang tidak memungkinkan, tenang gan ga jauh koq...
Ketinggian air terjun Malaris memang lebih rendah dibanding air terjun Haratai, kurang lebih 4 meter, tp serunya kita jadi lebih bisa 'merangkak' menuju puncak jika punya nyali.... airnya sangat jernih, batunya alami tp awas liciinnn... pada saat arus tidak terlalu deras, memungkinkan kita 'bermain' berlama-lama disana tanpa harus basah kuyup kecuali bagi mereka yg sngaja mandi :p

Dalam perjalanan ke air terjun Malaris, tepatnya di desa Loklahung terdapat balai Adat Dayak Meratus atau Balai Adat Malaris. Balai Adat Malaris merupakan balai adat terbesar di desa Loksado. Balai adat ditempati lebih dari 10 kepala keluarga, merupakan tempat ritual adat dayak Meratus dimana tiap tahun selalu dilaksanakan ritual. Ritual yang dimaksud adalah acara yg diselenggarakan sebagai ucapan terima kasih kepada Sang Pecipta atas anugrah hasil alam di Loksado kepada mereka. biasanya dilakukan satu tahun dua kali pada saat akan menanam padi dan pada saat panen. ritual ini biasanya disebut dengan Aruh, sampai saat ini saya jg masih belum pernah mengikuti aruh tp sudah merupakan agenda saya untuk melihat acara ini..hehheeeheee.... jd tunggu berita selanjutnya ya gan ttg acara Aruh ini.... :)))))